Monday, September 23, 2024

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM

 

Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam meningkatkan segala aspek kehidupan [1]. Pendidikan akan menentukan dan menuntun arah tujuan hidup seseorang. Dalam pendidikan juga akan membangun manusia supaya dia bisa survive melindungi diri terhadap alam serta mengatur hubungan antar manusia [2]. Melalui pendidikan akan terjadi proses transfer ilmu pengetahuan dan kecakapan (capacities) yang diteruskan kepada generasi selanjutnya.

Dalam pendidikan sudah selayaknya membentuk generasi yang berakhlak dan memiliki karakter sesuai dengan kepribadian Islam. Namun pada kenyataannya masih sering kali terjadi kerusakan moral yang terbentuk karena lingkungan serta pendidikan tidak mampu lagi membentuk karakter dan generasi terbaik. Jika kita melihat permasalahan yang kompleks di era sekarang, maka terlihat bahwa sistem pendidikan yang sudah ada belum mampu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Permasalahan tersebut terjadi pada diri pelajarnya, pengajarnya bahkan unsur manajemennya yang masih jauh dari sistem pendidikan Islam.  

Permasalahan moral pada pelajar baru-baru ini kian kritis. Ditemukan laporan ratusan siswi SMP dan SMA di Ponorogo, Jawa Timur meminta dispensasi nikah akibat sudah hamil sebelum menikah. Bahkan di seluruh Jatim, berdasarkan data dari pengadilan Tinggi Agama Surabaya, angka permohonan dispensasi nikah (diska) pada 2022 mencapai 15.212 kasus. Sebanyak 80 persennya karena telah hamil. Kasus lainnya juga terjadi di Indramayu Jawa Barat dilaporkan ada ratusan putri di bawah 19 tahun alami kasus serupa,  sepanjang 2022 terdapat 564 pengajuan dispensasi nikah yang diputuskan hakim. Sementara di Bandung 143 siswi ajukan dispensasi menikah yang sebagian besar terjadi lagi-lagi karena telah hamil sebelum menikah. Di Indonesia ada sekitar 4.5 % remaja laki-laki dan 0.7% remaja perempuan usia 15-19 tahun mengaku pernah melakukan sek bebas. Serta berdasarkan dari laporan berjudul Indonesia Drug Report 2022 yang diterbitkan oleh pusat penelitian, data, dan informasi Badan Narkotika Nasional, bahwa terdapat 53.405 total tersangka kasus obat-obatan terlarang di Indonesia. Dan berdasarkan riset demografi yang dilakukan Riskesdes penggunaan minuman beralkohol di kalangan remaja mencapai angka 6.92% pada usia 15-19 tahun dan selebihnya sebesar  5.56% (Balitbang Kemenkes RI, 2019). Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan serta pendidikan yang didapatkan anak dari sekitar dan lingkungan yang kurang baik.

Permasalahan lain yang sedang trending adalah terkait dengan perjokian karya ilmiah di dunia akademik. Bagi mahasiswa sudah tidak asing lagi perjokian dalam pengerjaan skripsi, tesis hingga disertasi. Sering ditemukan baik di pamflet yang tertempel di jalan maupun iklan di sosial media. Dalam perjokian karya ilmiah, bukan hanya menyasar mahasiswa, dosen juga menjadi sasaran. Untuk mempercepat jabatan fungsionalnya hingga menjadi guru besar rela mengeluarkan uang lebih besar untuk membayar joki dalam mengerjakan karya ilmiah. Memang di kalangan akademisi perjokian ilmiah sudah tidak asing lagi, namun, dengan adanya informasi investigasi harian kompas menemukan banyaknya kasus yang melibatkan calon Guru Besar dalam hal perjokian penulisan artikel ilmiah. Berbeda dengan perjokian karya ilmiah biasa yang ceritanya sudah lazim didengar pelanggaran integritas akademik di kalangan dosen lebih tersembunyi [3]. Masalah perjokian karya ilmiah merupakan kegagalan pendidikan karakter, apalagi mereka adalah pendidik yang diharapkan mendidik generasi muda termasuk pembentukan karakter.

Selanjutnya permasalahan dalam institusi pendidikan sebagai pengelolanya, juga kerap terjadi adanya kapitalisasi pendidikan. Biaya pendidikan yang seharusnya gratis bagi setiap masyarakat namun dikapitalisasikan sehingga menjadi bisnis pendidikan yang menguntungkan. Meskipun pemerintah telah menyalurkan bantuan pendidikan melalui KIP-K namun nilainya masih tergolong kecil dibanding jumlah rakyat Indonesia. Penerima KIP-k Pada tahun 2022 sebanyak 200 ribu mahasiswa, sehingga persentasenya sangat kecil. Selian itu,  Setiap Perguruan Tinggi Negeri juga dituntut untuk menaikkan statusnya hingga menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH). Diketahui bahwa saat ini jumlah Perguruan Tinggi berstatus PTNBH di Indonesia sebanyak 21 Perguruan Tinggi. Kelebihan dari PTBH ini yang sering didengar adalah lebih mudah membuka tutup program studi dan mengelola keuangannya sendiri. Meskipun banyak yang mengkritik bahwa PTNBH menyebabkan UKT naik, namun hal tersebut belum menjadi masalah yang serius.

Belum lagi permasalahan lain yang berhubungan dengan lingkungan pendidikan. Sebagai gambaran permasalahan, salah satu contohnya adalah kawasan Babasari, Sleman, Yogyakarta. Berdasarkan survei banyak sekali tempat hiburan yang menargetkan mahasiswa.  Disekitaran ini terdapat beberapa kampus yaitu, UPN, Atmajaya, UNPROK, ITNY, UNRIYO,YKPN, STP AMPTA, Sanata Dharma dan UIN. Lingkungan kampus adalah tempatnya untuk belajar namun yang terjadi adalah di lingkungan ini terdapat tempat hiburan malam (nightclup) tempat karaoke, hotel non syariah dan hiburan lainnya. Pemerintah yang seharusnya menjadi aktor utama dalam mengambil kebijakan dan tindakan, malah mendukung terciptanya lingkungan tersebut. Jika lingkungan sudah demikian seseorang itu memiliki dua pilihan untuk kehidupannya, mempengaruhi atau terpengaruhi. Jika tidak memilih yang mempengaruhi lingkungan maka akan terpengaruh dengan lingkungan yang ada. Hal ini akan menyebabkan rusaknya generasi sehingga menjadi korban akibat dari rusaknya sistem dari sebuah negara.

Sistem pendidikan Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia yang dijalankan adalah sistem pendidikan Nasional. Sistem pendidikan Nasional berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan yang ada di Indonesia, mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu insan yang beriman serta bertakwa terhadap yang kuasa yang Maha Esa serta berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan serta keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap serta berdikari serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan serta kebangsaan. Dalam implementasinya pendidikan di Indonesia dari waktu ke waktu mengalami perubahan tergantung dengan pemerintah yang berkuasa. Salah satu contohnya adalah pendidikan diindonesia sering kali berubah kurikulumnya, setiap pergantian kekuasaan akan berganti pula kurikulum yang digunakan. Sejauh ini pergantian kurikulum di Indonesia sudah terjadi beberapa kali mulai dari Kurikulum 1947 (Rentjana Pelajaran 1947), Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952), Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964), Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994 & Suplemen kurikulum 1999, Kurikulum berbasis kompetensi 2004 (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 (KTSP), Kurikulum 2013 (K-13) dan Kurikulum 2021 (Kurikulum Merdeka). Pergantian kurikulum tersebut seolah-olah sudah menjadi tradisi, jika ganti menteri maka akan berganti pula kurikulumnya. Perubahan kurikulum pada dasarnya memang diperlukan untuk menyelaraskan dengan era globalisasi, namun ada hal-hal yang pokok tidak dapat berubah dan juga ada sesuai yang fleksibel sesuai dengan perkembangan zaman.

Pendidikan di Indonesia dengan menganut sekularisme tampak terlihat kerusakan dan kelemahannya. Kondisi yang sangat memprihatinkan dikalangan remaja, dosen hingga institusi pendidikan mengapa bisa terjadi? Salah satu sebabnya adalah kegagalan  sistem pendidikan sekuler yang diterapkan di negeri ini. Sekularisme dalam bidang pendidikan di tanah air makin digencarkan. Peran agama malah akan diminimalkan atau bahkan dihilangkan dari dunia pendidikan. Dalam paradigma pendidikan sekuler bahwa konsep pendidikan dijauhkan dari agama. Agama tidak boleh mengatur kehidupan manusia termasuk dalam pendidikan. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan ajaran Agama Islam.

Beberapa waktu lalu visi pendidikan Indonesia yang dicanangkan Kemendikbud menuai protes keras dari berbagai elemen umat Islam. Pasalnya, visi pendidikan yang tertuang dalam draft Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 itu tidak tercantum lagi frasa agama. Setelah menuai protes tersebut, Kemendikbud kini merevisi draf rumusan PJPN. Namun demikian, hal itu tetap tidak menghapus fakta adanya upaya pengkerdilan agama dalam PJPN. Terlihat jelas pada draft PJPN tersebut tetap tidak memuat frasa agama. Yang ada sekadar frasa akhlak mulia dan budaya. Indonesia sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia tentu terancam bahaya jika pendidikannya minim atau bahkan nir agama. PJPN itu lebih mengutamakan aspek pragmatis, yakni sekadar pertimbangan pasar dan ekonomi. Agama tidak mendapatkan perhatian secara semestinya. Misalnya disebutkan bahwa yang menjadi pertimbangan utama penyusunan PJPN itu adalah perubahan teknologi, perubahan sumber-sumber ekonomi Indonesia, kondisi demografi Indonesia, serta kondisi pasar kerja dunia global. Tentu sangat berbahaya mencetak SDM yang unggul secara sains dan teknologi demi tuntutan pasar global, namun lemah dari sisi keterikatan pada ajaran agama (Islam). SDM semacam itu justru berpotensi mengancam negeri ini melalui berbagai perilakunya kelak yang tidak lagi memperhatikan standar agama (Islam) berupa halal dan haram.

Pentingnya Sistem Pendidikan Islam

Sebagaimana diketahui, dalam sistem pendidikan sekuler sebagaimana saat ini, peran agama (Islam) dikerdilkan bahkan disingkirkan. Akibatnya sangat fatal. Di antaranya adalah dekadensi moral di kalangan remaja/pelajar yang makin parah, sebagaimana telah disinggung di atas. Sebabnya, para remaja/pelajar tersebut tidak dibekali dengan bekal pendidikan agama yang cukup. Karena itu di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim, sistem pendidikan bukan saja harus mengikutsertakan agama (Islam). Bahkan sudah seharusnya Islam menjadi dasar bagi sistem pendidikan sekaligus mewarnai seluruh kebijakan pendidikan di Tanah Air [4].

Ada tiga komponen dasar manusia yang dibawa sejak lahir, yaitu tubuh atau jasad, ruh dan akal. Tubuh/jasad berkembang sesuai dengan sunatullah yang mana manusia mengonsumsi nutrisi makanan yang cukup. Ia akan tumbuh dan berkembang layaknya tumbuh-tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Sementara ruh dan akal berkembang untuk mengeksplor dirinya memalui proses pendidikan. Kegagalan dalam pendidikan karena mengabaikan unsur dasar manusia tersebut.  Dalam Islam tujuan kurikulum dan pendidikan Islam adalah membekali akal dengan pemikiran dan ide-ide yang sehat, baik mengenai aqaid (cabang-cabang aqidah), maupun hukum. Pembentukan kepribadian Islam (syakshiyah Islam) juga merupakan tujuan pendidikan. Dalam pendidikan islam ada beberapa hal yang dapat diterapkan seperti diantarnaya adalah (1) Bahasa arab adalah bahasa pendidikan di seluruh sekolah-sekolah termasuk sekolah swasta, (2) program pendidikan harus seragam yaitu program yang ditetapkan oleh negara, (3) tsaqafah Islam  adalah mata pelajaran yang wajib diajarkan di seluruh tingkatan pendidikan, (4) Ilmu-ilmu sains semacam teknik dan ilmu fisika dengan kebudayaan harus terpisah jelas. Ilmu teknik dan sejenisnya dipelajari sekedarnya saja, tidak terikat dengan jenjang pendidikan, sedangkan ilmu kebudayaan dan pengetahuan umum dipelajari di tingkat dasar sesuai dengan teori pendidikan yang tidak bertentangan dengan konsep dan hukum Islam [5]. Selain itu juga, dalam Islam memiliki sistem pendidikan yang bebas biaya. Negara wajib menanggung biaya pendidikan masyarakatnya

Pendidikan dalam Islam dapat dimaknai sebagai proses manusia menuju kesempurnaan sebagai hamba Allah SWT. Dalam Islam ada sosok Rasulullah Muhammad saw. yang wajib menjadi panutan (role model) seluruh peserta didik. Sebabnya, Allah SWT berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Sungguh engkau memiliki akhlak yang sangat agung (QS al-Qalam [68]: 4).

Allah SWT pun berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Sungguh pada diri Rasulullah saw. itu terdapat suri teladan yang baik (QS al-Ahzab [33]: 21).

Keberadaan sosok panutan (role model) inilah yang menjadi salah satu ciri pembeda pendidikan Islam dengan sistem pendidikan yang lain. Karena itu dalam sistem pendidikan Islam, akidah Islam harus menjadi dasar pemikirannya. Sebabnya, tujuan inti dari sistem pendidikan Islam adalah membangun generasi yang berkepribadian Islam, selain menguasai ilmu-ilmu kehidupan seperti matematika, sains, teknologi dll. Hasil belajar dalam pendidikan Islam akan menghasilkan peserta didik yang kokoh keimanannya dan mendalam pemikiran Islamnya. Pengaruhnya adalah keterikatan peserta didik dengan syariah Islam. Dampaknya adalah terciptanya masyarakat yang bertakwa, yang di dalamnya tegak amar makruf nahi mungkar dan tersebar luasnya dakwah Islam.

Pemikiran (fikrah) pendidikan Islam ini tidak bisa dilepaskan dari metodologi penerapan (tharîqah)-nya, yaitu sistem pemerintahan yang didasarkan pada akidah Islam. Karena itu dalam Islam, penguasa bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan warganya. Sebabnya, pendidikan adalah salah satu di antara banyak perkara yang wajib diurus oleh negara. Rasulullah saw. bersabda:

الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

 

Kecemerlangan Sistem Pendidikan Islam

Pada masa Khilafah Islam, pendidikan Islam mengalami kecemerlangan yang luar biasa. Ini ditandai dengan tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan Islam, majelis ilmu pengetahuan serta lahirnya ulama dan ilmuwan yang pakar dalam berbagai disiplin pengetahuan. Beberapa lembaga pendidikan Islam kala itu antara lain, Nizhamiyah (1067 -1401 M) di Baghdad, Al-Azhar (975 M-sekarang) di Mesir, Al-Qarawiyyin (859 M-sekarang) di Fez, Maroko dan Sankore (989 M-sekarang) di Timbuktu, Mali, Afrika. Lembaga pendidikan Islam ini pun menerima para siswa dari Barat. Paus Sylvester II, sempat menimba ilmu di Universitas Al-Qarawiyyin.

Literasi warga negara Khilafah saat itu pun lebih tinggi daripada Eropa. Perpustakaan Umum Cordova (Andalusia) memiliki lebih dari 400 ribu buku. Ini termasuk jumlah yang luar biasa untuk ukuran zaman itu. Perpustakaan Al-Hakim (Andalusia) memiliki 40 ruangan yang di setiap ruangannya berisi lebih dari 18 ribu judul buku. Perpustakaan Darul Hikmah (Mesir) mengoleksi sekitar 2 juta judul buku. Perpustakaan Umum Tripoli (Syam) mengoleksi lebih dari 3 juta judul buku. Perpustakaan semacam itu tersebar luas di berbagai wilayah negara Khilafah.

Pada masa Khilafah lahir banyak ulama di bidang tsaqâfah Islam. Filosofi Islam, mazjul-mâddah bir-rûh, yang mengintegrasikan belajar dan kesadaran akan perintah Allah SWT menjadikan tsaqâfah Islam sebagai inspirasi, motivasi dan orientasi pengembangan matematika, sains, teknologi, dan rekayasa hingga melahirkan banyak ilmuwan dan teknolog founding father disiplin ilmu pengetahuan modern. Tsaqâfah Islam, ilmu pengetahuan yang kita pelajari, juga produk-produk industri yang kita nikmati saat ini tidak lain adalah sumbangan para ulama dan ilmuwan Muslim. Mereka adalah para perintisnya. Sebut saja Ibnu Sina (pakar kedokteran), al-Khawarizmi (pakar matematika), al-Idrisi (pakar geografi), az-Zarqali (pakar astronomi), Ibnu al-Haitsam (pakar fisika), Jabir Ibn Hayyan (pakar kimia), dll.

Kemajuan pendidikan pada masa keemasan peradaban Islam ini bahkan telah terbukti menjadi rujukan peradaban lainnya. Hal tersebut antara lain diungkapkan oleh Tim Wallace-Murphy (WM) yang menerbitkan buku berjudul “What Islam Did for Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization” (London: Watkins Publishing, 2006). Buku WM tersebut memaparkan fakta tentang transfer ilmu pengetahuan dari Dunia Islam ke Dunia Barat pada Abad Pertengahan.

Disebutkan pula bahwa Barat telah berutang pada Islam dalam hal pendidikan dan sains. Utang tersebut tidak ternilai harganya dan tidak akan pernah dapat terbayarkan sampai kapan pun. Cendekiawan Barat, Montgomery Watt, menyatakan, ”Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa.”

Alhasil, saatnya membuang sistem pendidikan sekuler, dan beralih ke sistem pendidikan Islam.

Referensi

[1]      A. Hermanto, A. Muttaqin, A. Umar, and A. Kurniawan, MODERASI BERAGAMA DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI MUBADALAH. Literasi nusantara, 2021. [Online]. Available: https://www.google.co.id/books/edition/MODERASI_BERAGAMA_DALAM_MEWUJUDKAN_NILAI/Y8tTEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=0

[2]      S. Freud, Peradaban dan Kekecewaan Manunsia. penerjemah: Sudarmaji. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

[3]      I. Alfajri, D. D. Aritonang, I. Sarwindaningrum, and A. R. Hidayat, “Rumitnya Membongkar Skandal Joki di Kalangan Akademisi,” Kompas.id, 2023. [Online]. Available: https://www.kompas.id/baca/di-balik-berita/2023/02/09/rumitnya-membongkar-joki-di-kalangan-akademisi

[4]      B. D. Kaffah, “Pentingnya Sistem Pendidikan Islam,” Buletin Kaffah, 2022. https://buletinkaffahid.wordpress.com/2023/01/27/edisi-279-pentingnya-sistem-pendidikan-islam/

[5]      A. Albaghdadai, Siatem Pendidikan Di Masa Khilafah Islam. Al-Izzah, 1996. [Online]. Available: https://www.kompasiana.com/lailaarz2/60cd601906310e610b704722/mengintip-sistem-pendidikan-di-masa-khilafah-islam?page=all#section1

 

Saturday, April 3, 2021

Kerangka Konseptual Destinasi ( Douglas G. Pearce)

Destinasi merupakan dasar dari banyak penelitian dalam bidang pariwisata sehingga perlu adanya penyusunan kerangka kerja pada destinasi wisata. Konsep dan kerangka destinasi tidak hanya untuk penelitian-penelitian melainkan juga untuk masalah-masalah praktek seperti pengelolaan destinasi dan pemasaran/marketing. Mengembangkan konsep destinasi ke arah kerangka kerja konseptual destinasi yang integratif dapat diidentifikasi ke dalam lima elemen kunci pokok yang diatur dengan penggunaan konsep dan menganalisis destinasi diantaranya adalah Industrial districts, clusters, jaringan, sistem, dan kontruksi sosial. Serangkaian unsur-unsur yang telah diidentifikasi secara berkala, di kelompokan dalam tiga dimensi utama geographic, cara produksi, dan dinamis yang disajikan ke dalam kerangka kerja integrative awal.

            Hal yang melatarbelakangi konsep kerangka kerja destinasi dalam penelitian ini bahwa peneliti mencoba mengembangkan konsep yang lebih kuat dengan referensi yang lebih luas berdasarkan konsep teori di luar wilayah pariwisata seperti kelompok-kelompok dan daerah industri. Konseptual destinasi ini akan mempengaruhi masalah-masalah yang di jelaskan, bentuk rancangan penelitian dan metodologi, dan mempengaruhi penemuan yang di interpretasi. Sifat dan ruang lingkup konsep yang digunakan kemungkinan menentukan focus pada pengelolaan, siapa dan apa yang di kelola, di mana prioritas pengelolaan yang berbeda dan dimana solusi yang mungkin di temukan. hasil dari analisis ini di sajikan mengikuti bagian dari masing-masing konsep pokok yang telah dibentuk, kemudian unsur-unsur kunci didiskusikan sebelum kerangka kerja yang integrative di presentasikan.

Wilayah industri

Konseptual destinasi-destinasi yang dikembangkan dalam penelitian ini diantaranya adalah wilayah industri. Ide-ide yang mendasari tentang wilayah industri berasal dari karya abad ke- 19 ekonom inggris Alfred marshall yang mengidentifikasi eksternal ekonomi konsentrasi industri  tertentu di daerah tertentu dengan ketersediaan tenaga kerja yang terampil, mendukung pertumbuhan perdagangan, dan hubungan antara perusahaan khusus. Peneliti pariwisata menyarankan kesamaan antara wilayah industri dan pariwisata yang mudah diidentifikasi pada penekanan yang saling ketergantungan yang pada umumnya perusahaan kecil dan menengah yang terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Kluster

Pada dasarnya manfaat umum kluster terutama untuk inovasi dan menganggap mereka sebagai pembangunan dan merangsang daya saing. Peneliti pariwisata juga dapat menggunakan kelompok atribut kluster untuk mendiagnosis keadaan tujuan tertentu dan membuat rekomendasi kebijakan. Umumnya atribut yang termasuk dalam kluster adalah konsentrasi geografis saling ketergantungan dan saling melengkapi.

Jaringan

Analisis jaringan secara luas saat ini digunakan pada bidang-bidang seperti matematika, analisis jaringan sosial, analisis jaringan kebijakan, dan manajemen yang diterapkan pada pariwisata. Dalam perspektif pariwisata yang mengadopsi jaringan, peneliti secara explisit mengakui pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan dan penting untuk memahami hubungan diantara mereka, terutama memberikan pengalaman wisata.

Sistem

Sistem merupakan istilah yang digunakan dengan berbagai tingkat ketegasan, namun dianggap sebagai kelompok yang saling berkaitan, saling tergantung dan berinteraksi bersama-sama membentuk struktur fungsional. Sistem dalam pariwisata ada ketika semua sumber daya yang terlibat dalam kegiatan pariwisata yang saling dihubungkan oleh hubungan yang lebih kuat dibandingkan dengan lainnya yang memiliki tujuan ekonomi berbeda. Dalam sistem yang berhubungan dengan pariwisata di fokuskan dalam dua variabel yaitu, (1) Tingkat saling ketergantungan antara sistem pemangku kepentingan sebagaimana ditentukan oleh hubungan yang padat, dan tingkat saling percaya. (2) tingkat sentralisasi pemerintahan system fungsi yang dipengaruhi oleh pengakuan pemerintah, tingkat strategi formalisasi, dan tingkat sentralitas Organisasi.

Konstruksi Sosial

Peneliti memiliki tujuan yang digambarkan sebagai konstruksi sosial. Konstruksi sosial sebagai prinsip bahwa fenomena sosial dan budaya dan individu diproduksi dan direproduksi melaui historis dan interaksi budaya dan aktivitas manusia dalam masyarakat. Landscapes budaya pariwisata sebagai konstruksi sosial yang berpengaruh dengan perubahan pola interpretasi sosial dan komunikasi terkait dengan kemajuan pariwisata yang didasarkan pada pengalaman hidup dan lokal ekonomi.

Pengembangan kerangka yang integrative membutuhkan factor kunci yang harus diidentifikasi dan hubungan antara mereka yang ditetapkan. Dalam review sistematis ini, dari fitur kunci masing-masing lima konsep artikulasi asli. Selanjutnya unsur-unsur yang berkala atau atribut yang di identifikasi yang mungkin di kelompokan dalam tiga dimensi utama yaitu, geografis, cara produksi dan dinamis. Meskipun lima konsep ulasan saling ketergantungan, kebutuhan untuk kerjasama, mereka juga cenderung menekankan faktor yang berbeda dan menyoroti isu-isu manajemen tertentu dengan hasil yang tidak bersifat komprehensif. Kerangka konseptual yang disajikan dalam penelitian ini merupakan jauh lebih konseptualisasi explisit dan komprehensif dan memberikan kontribusi untuk mengisi kesenjangan dalam literatur. Secara khusus, review dan pengembangan kerangka telah menarik perhatian melihat cara produksi, perpektif studi individu, namun satu yang muncul lebih menonjol di sini, karena tinjauan sistematis beberapa konsep.

Sunday, July 19, 2020

Pariwisata Di Era New Normal


suarajogja.com
Pariwisata merupa
kan salah satu industri jasa yang mampu meningkatakan perekonomian baik pemerintah maupun masyarakat. Namun dengan adanya pandemic covid 19 merubah segalanya. Sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dengan adanya pandemic tersebut. Beberapa destinasi wisata telah menutup untuk kunjungan wisatawan sehingga mengakibatkan dampak negatif yang multiplier effect.Penutupan tersebut mengakibatkan tidak adanya wisatawan yang berkunjung, tentu hal ini akan berdampak terhadap indusrti penerbangan, perhotelan, restaoran dan industri jasa lainnya yang terkait dengan pariwisata.

Tuesday, October 17, 2017

Ekowisata sebagai Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan

Aktivitas Masyarakat lokal sebagai daya tarik ekowisata
Perkembangan pariwisata di Indonesia telah memberikan banyak dampak terutama terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal serta meningkatkan devisa bagi negara. Kekayaan alam dan budaya melimpah yang dimiliki Indonesia berpeluang untuk memajukan pariwisata menjadi pendapatan terbesar baik bagi masyarakat lokal maupun Pemerintah. Namun, perlu diperhatikan bahwa untuk mencapai keselarasan dalam pariwisata belum cukup hanya ekonomi saja yang menjadi prioritas. Pengelolaan pariwisata yang baik perlu dilakukan agar dapat mencapai keselarasan yang diinginkan.

Sunday, October 15, 2017

Potret Pembangunan Tugu Landmark Bromo Tengger Sumeru

Image result for polemik pembangunan tugu lautan pasir
Tugu yang diprotes komunitas sahabat bromo
Belakangan telah menjadi tren bagi netizen untuk mengkritik pembangunan landmark yang ada di lautan pasir Taman Nasional Bromo Tengger Sumeru. Berkaitan dengan itu, saya ingin menyampaikan beberapa pendapat saya yang berbeda mengenai pembangunan landmark tersebut.

Saturday, January 28, 2017

Pesona Hutan Mangrove Pantai Ayah

Jalur susur hutan mangrove pantai ayah
Hutan Mangrove menjadi salah satu daya tarik wisata yang menarik dan sangat popular pada saat ini. Kesejukan serta keindahan pepohonan mangrove menjadi daya tarik utama bagi destinasi ini. Rapatnya pepohonan dan terdapatnya celah-celah yang dapat dijadikan jalan untuk dilewati menambah keunikan karena wisatawan dapat masuk ke dalam hutan mangrove dan melihat ekosistem yang ada didalamnya.

Friday, December 23, 2016

Ada Apa Dibalik "OM TELOLET OM"


Beberapa hari ini kita semua terhasut dengan fenomena yang sedang terjadi begitu viral di Indonesia yaitu OM TELOLET OM. Hal ini menjadi banyak pertanyaan yang mendalam, pernahkan kita sadar fenomena apa ini, ada apa di balik OM TELOLET OM. Apakah hanya sekedar kata-kata yang tidak memiliki makna atau sebaliknya. OM TELOLET OM sebenarnya hanya sebuah kata yang bahkan tidak memiliki begitu makna, OM TELOLET OM merupakan sebuah teriakan yang di ucapakn oleh sebagain orang – orang dipinggir jalan yang mengharapkan bunyian klakson “Telolet Telolet”.

Thursday, December 22, 2016

Ibu Inspirasiku

Hari ini tanggal 22 Desember, banyak orang-orang yang mengucapkan selamat hari ibu di media sosial atau di media-media yang dapat dipublikasikan. Pernahkah kita sadar bahwa setiap hari merupakan hari ibu. Marilah kita renungkan, apakah dengan ucapan tersebut dapat menambah rasa cinta kita kepada orang tua, atau bahkan kita gengsi karena semua orang mengucapkanya pada media sosial sehingga hanya ikut-ikutan.

Wednesday, December 21, 2016

Fenomena Dark Tourism

              Dark tourism merupakan fenomena pengembangan pariwisata baru dalam masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak sepaham dengan kalangan akademisi tentang pengembangan dark tourism. Pada dasarnya tanpa disadari masyarakat umumnya telah melakukan aktivitas pariwisata yang merupakan bagian dari dark tourism. Ketika dalam suatu tempat terjadi suatu peristiwa bencana alam,kecelakaan, dan lain sebagainya yang dianggap sebagai kekejaman, maka muncul sikap masyarakat untuk sekedar ingin tahu apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut. Dengan munculnya rasa ingin tahu  maka mengundang masyarakat untuk datang dan melihatnya. fenomena ini merupakan salah satu bentuk dari pariwisata yang dianggap sebagai pariwisata gelap atau dark tourism.

Saturday, December 17, 2016

DARK TOURISM (pariwisata gelap)


Perkembangan ilmu pariwisata pada saat ini telah menunjukan sesuatu yang baru sehingga layak di jadikan sebagai bahan untuk di pelajari. Dalam dunia pariwisata banyak muncul ilmu-ilmu baru dalam pengembanganya, salah satu contohnya adalah Atrocity Tourism. Atrocity tourism merupakan suatu bentuk pengembangan pariwisata yang masih asing bagi kalangan umum. Kata lain dari Atrocity Tourism adalah dark tourism atau dalam bahasa Indonesia pariwisata gelap. Pengembangan pariwisata ini memiliki konsep yang berbeda dengan pariwisata pada umumnya. Jika umumnya pariwisata adalah senang-senang, namun dalam dark tourism ini bersifat sebaliknya. Kekejaman dan bencana yang terjadi dalam kehidupan  menjadi daya tarik wisata.

Wednesday, November 30, 2016

Poverty Tourism dalam Perpektif Sosial (Pariwisata Kemiskinan)

Poverty tourism merupakan salah satu bentuk pengembangan wisata baru yang menjadikan lingkungan masyarakat sebagai daya tarik utamanya. Pada umumnya poverty tourism berkembang di pusat-pusat kota yang memiliki lingkungan kumuh. Pengembangan poverty tourism menjadi banyak perdebatan karena sebagian orang menganggap bahwa itu tidak pantas untuk di perlihatkan bahkan di jadikan sebagai bentuk pengembangan pariwisata. Dalam hal ini, penjelasan yang lebih berkemanusiaan akan menjadikan landasan untuk mengembangkan poverty tourism dengan tujuan utamanya adalah untuk mendorong perkembangan ekonomi dan sosial pada lingkungan mayarakat yang menjadi tujuan wisata Poverty Tourism

Tuesday, November 29, 2016

Tren Pariwisata Syari’ah

Dewasa ini pariwisata mengalami pengembangan yang cukup signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan menunjukan angka yang positif sehingga menjadi salah satu kebutuhan dan tren dalam berkehidupan sosial. Pariwisata juga menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan lapangan pekerjaan dan menjadi sumber pemasukan devisa bagi Negara.  Pada umumnya paradigma pengembangan pariwisata merupakan suatu kegiatan bersenang-senang yang konotasinya negatif karena munculnya tempat-tempat hiburan yang bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.

Thursday, November 10, 2016

Menjelajahi keindahan Taman Sungai Mudal


Jembatan Bambu
       Langkah kaki berhenti tepat sebelum jembatan penyebrangan itu, tampak terlihat bangunan yang unik dan masih menganut kearifan lokal.  Bambu itu tersusun dengan rapi dan kokoh sehingga memberikan sebuah tanda bahwa jembatan itu aman untuk lalui. selain itu sungai jernih yang mengalir deras memberikan keindahan tersendiri bagi yang melihatnya.

Sunday, September 4, 2016

Dampak Perkembangan Pariwisata

      Perkembangan pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Peningkatan tersebut dilihat dari jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sektor pariwisata di indonesia telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang harus ditingkatkan karena pariwisata akan membawa dampak yang signifikan terhadap perekonomian. Pada saat ini dapat dirasakan bahwa perkembangan pariwisata membawa dampak yang manis terhadap perkembangan perekonomian indonesia. Dari sektor pariwisata indonesia telah berkontribusi sebanyak 4 % dari total perekonomian. Pada tahun 2019 pemerintah menargetkan sekitar 8 % pertumbuhanya, sehingga pemerintah menentukan target kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta wisatawan asing. Bagi kalangan akademisi pariwisata mungkin target yang di tetapkan pemerintah sangat tidak masuk akal karena angka tersebut terlalu besar dan pemeintah tidak mempertimbangkan akan dampak terhadap kelestarian lingkungan. Berikut merupakan tabel kunjungan wisatawan mancanegara:

Thursday, September 1, 2016

PARIWISATA INDONESIA MENJADI PASAR ATAU BOUTIQUE?

Dampak perkembangan pariwisata di indonesia sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang ganti profesi menjadi peluku pariwisata yang awal mulanya adalah  petani,  peternak dan lain-lain. Dengan adanya pariwisata ada penambahan pemasukan bagi masyarakat yang berada di kawasan destinasi wisata. Hal ini karena adanya lapangan kerja baru bagi masyarakat misal sebagai pedagang, pengelola, pemandu dan pemilik homestay. selain  itu pemerintah juga mendapatkan dampak dari pariwisata melalui meningkatnya devisa yang diperoleh.

Sunday, August 21, 2016

Jogja Itu Ngangenin



Tugu Jogja
sumber : Google
Nama saya sulis Purwanto, saya biasa dipanggil sulis. saat ini saya masih tinggal di yogjayakarta, saya tidak tahu 2 tahun kedepan apakah masih di jogja atau sudah pulang ke kampung halaman. Disini saya akan bercerita tentang pengalaman saya di kota tercinta ini yaitu yogyakarta.  Jogja merupakan kota yang sangat istimewa dimana setiap sudut kotanya meninggalkan kisah- kisah yang menarik. walaupun saya bukan orang asli jogja, namun saya sudah seperti menjadi masyarakat jogja, karena disaat saya tidak berada di kota ini, rasa kangen pada diri saya selalu muncul. Teringat akan kisah kisah perjalanan dan suasana jogja yang membuat saya merasa nyaman.

Pantai Pulau Merah yang Mempesona

pulau Merah
Indonesia dikenal dengan negara maritim karena memiliki wilayah kepulauan yang sangat luas. pulau-pulau yang ada di indonesia merupakan suatu keindahan yang diberikan oleh Tuhan YME, sehingga kita wajib untuk menjaganya. salah satu pulau yang sudah menjadi center of indonesia adalah pulau Jawa. Diujung timur pulau jawa merupakan daerah yang memiliki keindahan yang sangat memukau, sehingga layak dijadikan destinasi wisata. Daerah ini adalah Kabupaten Banyuwangi dimana terdapat banyak destinasi wisata seperti Kawah Ijen, Alas purwo, Baluran dan beberapa pantai yang menjadi tempat surfing kelas dunia.

Saturday, June 11, 2016

Pantai Jungwok, keindahan di ujung timur Gunungkidul


Gunungkidul merupakan kabupaten yang memiliki keindahan pantai yang tak kalah menarik dengan Bali. Karena disepanjang pantai Gunungkidul akan disuguhkan pantai pasir putih dan pemandangan perbukitan karts yang sangat mempesona untuk dipandangi. Salah satu pantai di Gunungkidul yang menarik perhatian saya untuk dikungjungi adalah pantai Jungwok. Pantai ini terletak di Desa Jepitu Kecamatan Gurisubo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasinya sekitar 1 km sebelah timur pantai wediombo.

Thursday, May 26, 2016

Pendidikan Pariwisata Sejak Dini

Pariwisata saat ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa telah menjadi kebutuhan bagi setiap orang, tidak sedikit dari mereaka yang melakukan perjalanan wisata diasaat liburan ataupun hari-hari biasa. maka dapat disimpulkan bahwa semua orang didunia ini telah merasakan perjalanan wisata namun  kemungkinan ada beberapa dari mereka yang tidak sadar bahwa mereka sedang melakukan perjalanan. pada masyarakat dahulu istilah pariwisata biasa dikenal dengan plesir yang artinya jalan-jalan ke suatu tempat.

Wednesday, May 25, 2016

Menikmati Waktu Sore di Embung Tambak Boyo


 Kemegahan Embung yang tampak terlihat saat kita memasuki kawasan destinasi ini, begitu eksotis, banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung ataupun masyarakat sekitar. Mulai dari aktivitas memancing, jogging, dan bersantai –santai menatap pemandangan embung yang membuat siapa saja yang datang tidak akan terasa bosan. Sehingga embung ini menjadi daya tarik tersendiri di wilayah yang dekat dengan perkotaan dan kampus-kampus besar di yogyakarta.

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM   Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam meningkatkan segala aspek k...